Suporter Thailand Yang Menyalakan Flare dibawa ke Pengadilan

Bagikan Berita Ini

Meski berhasil meraih piala AFF 2016, Federasi Sepakbola Thailand memendam kekecewaan. Menyalanya flare di tribun selatan Selatan Stadion Rajamangala yang jadi penyebabnya. Flare tersebut menyala kurang lebih tiga kali. yang pertama saat Thailand Unggul 1-0, kemudian saat gol kedua Thailand dan yang terakhir saat pertandingan selesai.

Ultras Thailand yang disinyalir menjadi pelakunya. Pihak kepolisian bahkan menyebut pelaku insiden flare adalah orang yang merusak reputasi negara. “Saya yakin orang-orang “sakit” itu bertujuan mendiskreditkan FAT dan merusak reputasi negara,” kata Piyapan Pingmuang, juru bicara kepolisian (Bola.com)

Menurut regulasi, insiden Flare ini bisa membuat Thailand dijatuhi hukuman sekitar Rp 325 juta-Rp 650 juta selain denda ada juga sanksi larangan menjamu lawan dengan penonton, hingga larangan menjadi tuan rumah.

Saat leg pertama Final AFF, suporter Indonesia juga kedapatan menyalakan flare. AFF memberikan sanksi denda kepada Indonesia sebesar 67 Juta

Hukuman Penjara Buat Flare

Federasi Thailand serius memburu pelaku penyala flare. FAT bekerjasama dengan Kepolisian Thailand. Menurut mereka, ini adalah usaha untuk menertibkan suporter. Flare merupakan selebrasi yang terlalu berlebih. Karena saat ini Thailand masih dalam suasana berkapung atas mangkatnya Raja Bhumibol Abdulyadej pada 13 Oktober 2016.

“Selebrasi mereka (Ultras Thailand) sangat berlebihan. Menang maupun kalah, Anda tidak bisa bertindak seperti itu. Kami bahkan meminta masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api selama perayaan tahun baru,” ujar Piyapan Pingmuang.

Presiden FAT, Somyot Poompunmuang, sudah meminta pihak kepolisian untuk mengusut insiden ini hingga tuntas. Mengejar dan menjatuhi hukuman kepada para pelaku. Hingga saat ini Polisi Thailand mengumpulkan sudah mengumpulkan banyak bukti, bahkan nama pelaku sudah dikantongi. Kepolisian Thailand akan melakukan pemanggilan. Para pelaku jika terbukti bisa diseret ke pengadilan dengan tuduhan menciptakan gangguan

Bagaimana dengan Indonesia?

Follow MeFollow on FacebookTweet about this on TwitterFollow on Google+Pin on PinterestFollow on LinkedIn

Arista Budiyono

Tukang Ketik at Infosuporter
Kalau twitter @infosuporter
Kalau website Infoolahraga.net
jangan lupa
Bagikan Berita Ini

Related Posts

About The Author

Add Comment