SOS : KLB PSSI Harus Tuntaskan Masalah Fundamental

Bagikan Berita Ini

KONGRES Luar Biasa (KLB) PSSI yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, hari ini, diharapkan tak hanya sekadar seremonial atau sebatas bagi-bagi uang saku dan transportasi seperti yang selama ini terjadi. Save Our Soccer #SOS berharap KLB kali ini mampu melahirkan keputusan-keputusan fundamental terkait reformasi tata kelola sepak bola Indonesia dan juga pembenahan sistem kerja PSSI ke arah yang lebih baik. Tujuan yang diinginkan tentunya mengarah kepada sepak bola prestasi yang diharapkan seluruh stakeholder sepak bola Indonesia.

SOS melihat setidaknya ada tiga hal fundamental yang harus mendapatkan perhatian sekaligus keputusan mengingat dalam KLB. Pertama, terkait Pengembatian keanggotaan klub yang dihilangkan, yaitu: Persebaya, Persibo dan Persema Malang, karena dinyatakan terlibat LPl. Pada masa itu selain ketiga anggota PSSI tersebut, PSM juga terlibat LPl, namun keanggotaannya tidak dihilangkan. Konsistensi perlu ditegakkan dalam lembaran baru dalam masa kerja pengurus baru nanti.

Kedua, terkait aturan status legalitas sebuah klub. Dalam regulasi FIFA artikel 4.4 halaman 20 yang dijadikan acuan Konfederasi (AFC) dan federasi (PSSI) dalam menentapkan lisensi klub profesional dengan gambang dan tegas dijelaskan. Artikel 4.4.1.7 menyatakan “A licence may not be transferred” yang bila diterjemahkan berarti lisensi klub tak bisa dipindahtangankan (dijualbelikan). Artinya, bila PSSI selaku federasi dan PT Liga Indonesia sebagai pelaksana kompetisi profesional membolehkan, maka mereka serta merta telah melanggar statuta dan regulasi yang telah ditetapkan FIFA dan AFC. Dengan kata lain, FIFA-AFC pantas memberikan sanksi kepada PSSI.

PSSI harus membuat aturan baku terkait proses jual beli saham kepemilikan sebuah klub sehingga tak menjadi kerancuan yang pada akhirnya merusak sistem tata kelola sepak bola nasional. Legalitas klub menjadi penting apalagi terkait hak suara mereka dalam Kongres. Saat ini, setidaknya ada klub-klub bermasalah terkait jual beli lisensi yang dapat merusak system dan juga statusnya sebagai pemilik suara. Sebut saja misalnya Arema Cronus, Bhayangkara Surabaya United, Bali United, Pusam Borneo FC, Madura United, PS TNI. “Ini harus di-clear-kan dan dibuat aturan yang baku agar tidak menjadi beban masalah pengurus baru yang nantinya akan memimpin PSSI,” kata Akmal Marhali, Koordinator SOS. “Tidak kunjung selesainya masalah sepak bola nasional sampai saat ini karena tak adanya aturan baku yang dibuat dan mengikat. Karena itu KLB kali ini harus benar-benar menuntaskan masalah fundamental ini,” Akmal menambahkan.

Ketiga, PSSI juga harus fokus menyatakan perang terhadap match fixing, match setting, dan match acting yang menjadi “tumor” di sepak bola Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sampai saat ini kompetisi sepak bola Indonesia berada dalam genggaman Bandar-bandar judi yang merusak mentalitas pemain yang pada gilirannya berimbas kepada prestasi tim nasional. “PSSI perlu memberikan perhatian khusus untuk kasus ini. KLB diharapkan dapat mengambil keputusan bersama untuk perang terhadap match fixing. PSSI membentuk komite integritas dan bekerja sama dengan penegak hukum untuk meminimalkan dan membersihkan sepak bola Indonesia dari tangan-tangan kotor Bandar judi,” Akmal menegaskan.

#SOS Minta KLB PSSI Fokus Tuntaskan Masalah Fundamental Sepak Bola Indonesia

#SOS Minta KLB PSSI Fokus Tuntaskan Masalah Fundamental Sepak Bola Indonesia

#SOS melihat tiga hal fundamental di atas yang selama ini membuat sepak bola Indonesia tidak kondusif dan terkesan berjalan serampangan. Buruknya system tata kelola sepak bola nasional selama lebih dari 20 tahun menjadi penyebab utama buruknya prestasi tim nasional dan tidak berjalannya industri sepak bola Indonesia. “Yang tak kalah penting lagi adalah kembalikan sepak bola kepada hakikat yang sesungguhnya. Jangan lagi sepak bola dicampuradukkan dengan kepentingan politik dan bisnis sekelompok orang. Biarkan sepak bola menjadi milik para pelaku sepak bolanya,” Akmal mengungkapkan.

Atas dasar itulah #SOS berharap para pemilik suara di KLB PSSI kali ini bisa bersuara lantang untuk pembenahan sepak bola nasional. Kini, bukan lagi waktunya KLB sebatas duduk dan bagi-bagi uang saku. Tapi, KLB PSSI harus bener-benar dimanfaatkan sepenuhnya untuk perbaikan sepak bola nasional. “Sepak bola kita sebenarnya sudah jauh lebih maju dan berprestasi bila kita mau fokus mengembalikan sepak bola kepada hakikatnya. Sayangnya, keinginan untuk maju itulah yang selama ini tidak ada. KLB kali ini harus benar-benar menghasilkan putusan fundamental terhadap permasalahan sepak bola Indonesia,” kata Akmal

Follow MeFollow on FacebookTweet about this on TwitterFollow on Google+Pin on PinterestFollow on LinkedIn

Arista Budiyono

Tukang Ketik at Infosuporter
Kalau twitter @infosuporter
Kalau website Infoolahraga.net
jangan lupa
Bagikan Berita Ini

Related Posts

About The Author

Add Comment