PON Remaja Terancam Gagal

Sikap Kementrian Pemuda dan Olahraga yang enggan menerbitkan rekomendasi penyelenggaraan PON Remaja untuk tahun 2017 di Jawa Tengah disayangkan oleh Tono Suratman, selaku Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat. Menurut beliau, ajang di Jawa Tengah tahun depan itu, tidak sekedar ajang coba-coba, tapi ajang ini juga bisa untuk meregenasi atlet.

Tono juga berpendapat kalau program ini bukan semata-mata program bangun tidur saja, program ini punya tujuan, visi, dan misi untuk kedepan. Jika saja ajang yang melombakan 35 cabang olahraga ini jadi dipertandingkan, setidaknya Indonesia akan punya atlet-atlet unggulan baru tahun 2018 mendatang. Atlet unggulan ini juga yang akan diproyeksikan untuk Olimpiade 2020 di Tokyo nantinya.

Pekan Olahraga Nasional Remaja ini bertujuan untuk pembinaan atlet junior yang berusia 12 sampai 16 tahun, dan yang menjadi daya tarik ajang ini adalah terbuka untuk umum, yang artinya tidak hanya pelajar yang dapat berpartisipasi di ajang ini. Namun, ada satu kelemahan terbesar dari ajang ini, yakni tidak semua cabang olahraga di sini yang mengarah ke prestasi Olimpiade dipertandingkan.

Pekan Olahraga Nasional ini diantarany mempertandingkan cabang olahraga muaythai, sepatu roda, woodball, kempo, tarung derajat, dan pentaque. Namun, cabang olahraga Olimpiade seperti dayung dan angkat besi malah tidak dipertandingkan.

Berdasarkan alasan diatas pula, Mentri Pemuda dan Olahraga, lebih memilih untuk menerbitkan rekomendasi penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) ketimbang Pekan Olahraga Nasional Remaja (PON Remaja) yang memang waktu penyelenggaraannya berdekatan. PON Remaja akan berlangsung pada bulan Juni-Juli 2017, dan dua bulan setelahnya PON Remaja akan dipertandingkan. Kedua pesta olahraga remaja ini rencananya akan dilangsungkan di Jawa Tengah.

Popnas sendiri berlangsung untuk pertama kalinya pada tahun 1989, dan saat itu Popnas melibatkan atlet junior dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Ada 20 cabang olahraga yang dipertandingkan saat itu, dan hampir semua cabang berorientasi ke cabang prestasi Olimpiade. Presiden Indonesia, Joko Widodo, juga pernah menyampaikan kepada seluruh instansi yang terkait dengan olahraga, untuk memprioritaskan ajang-ajang untuk pembinaan atlet menuju Olimpiade.

Pertimbangan tersebut membuat Kemenpora per tanggal 14 Oktober lalu menerbitkan surat untuk Gubernur Jawa Tengah yang berisi Kemenpora tidak akan memberi rekomendasi untuk PON Remaja tahun mendatang. Namun, Ketua KONI Pusat tetap berujar bahwa Popnas itu masih tingkatan pelajar, dan hanya pelajar yang bisa ikut, cabang yang dilombakan pun belum terlalu matang materinya. Sedangkan untuk PON Remaja, cabang olahraga yang ada adalah cabang yang juga dipertandingkan di Olimpiade maupun Asian Games dan Sea Games.

Dicari dengan kata kunci :

  • pon remaja 2017 gagal?
Follow MeFollow on FacebookTweet about this on TwitterFollow on Google+Pin on PinterestFollow on LinkedIn

Related Posts

About The Author

Add Comment