Pochettino dan Guardiola, Rivalitas Yang Berulang

Bagikan Berita Ini

Jauh sebelum menjadi rival di klub masing-masing saat ini, Pochettino dan Guardiola sudah menjadi rival di lapangan. Keduanya bermain untuk klub satu kota, Pochettino memperkuat Espanyol sementara Guardiola memperkuat Barcelona. Tidak usah dipertanyakan bagaimana kondisi kedua klub saat itu. Barcelona sampai sekarang setiap tahun jelas menjadi kandidat juara di Laliga maupun Eropa, namun Espanyol setiap tahun hanya menempati posisi papan tengah walaupun sesekali bisa merangsek ke zona Eropa.

Rivalitas berlanjut saat menjadi manager, dimana saat itu di 2009, Pochettino baru saja mengambil alih posisi manajerial di Espanyol. Ia harus melawan Barcelona pada derby  catalonia yang saat itu sudah ditangani oleh Pep Guardiola. Ia berhasil menahan imbang 0-0 pada pertandingan dimana ia menerapkan high pressing dan satu lawan satu di belakang.

Sebagai seorang manajer, Pochettino menginginkan pemain-pemainnya untuk lebih berani bertarung. Sama seperti dirinya semasa menjadi pemain. Dengan posisi sebagai gelandang pekerja, ia dikenal sebagai petarung dan memiliki determinasi sangat tinggi. Ia termasuk ke dalam skuad yang berhasil menebas Barcelonanya Bobby Robson 2-0 di tahun 1997. Barcelona saat itu masih diperkuat oleh Ronaldo Luiz Nazario, dan tugas Pochettino untuk membayangi Ronaldo kemanapun pergerakannya.

Pada pertemuan musim lalu saat City masih ditukangi Pellegrini, Tottenham menang telak 4-1 di White Hart Lane. Ini bisa menjadi motivasi lebih bagi Tottenham untuk mengulangi hal serupa musim ini. Walaupun City dengan Guardiolanya tampak sangat sulit dikalahkan musim ini. Guardiola sendiri berpendapat bahwa Pochettino adalah salah satu manajer terbaik saat ini.

Pochettino dan Guardiola, Rivalitas Yang Berulang

Pochettino dan Guardiola, Rivalitas Yang Berulang

Tottenham mengawali musim ini dengan baik, saat ini mereka ada di peringkat 3 dengan perbedaan empat poin dari City yang duduk nyaman di peringkat pertama. Tottenham juga memiliki skuad yang dalam. Mereka memperkuat lini tengah dengan membeli gelandang badak Victor Wanyama dari Soton dan juga Moussa Sissoko dari Newcastle United di transfer window musim ini. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah absennya Harry Kane akan berpengaruh besar pada kemampunan scoring Tottenham? Dan apakah Vincent Janssen bisa menggantikan peran Harry Kane? Semua akan terjawab malam nanti.

Follow MeFollow on FacebookTweet about this on TwitterFollow on Google+Pin on PinterestFollow on LinkedIn

Arista Budiyono

Tukang Ketik at Infosuporter
Kalau twitter @infosuporter
Kalau website Infoolahraga.net
jangan lupa
Bagikan Berita Ini

Related Posts

About The Author

Add Comment