Kolom – Formasi Mainstream 4-2-3-1

Bagikan Berita Ini

Formasi menggunakan empat bek sejajar mulai digunakan di era sepakbola modern beberapa waktu lalu. Saat itu, kebanyakan tim-tim besar menerapkan formasi 4-4-2. Dua striker tersebut diharapkan dapat mencetak lebih banyak gol ketimbang hanya satu striker.

Namun seiring berjalannya waktu, formasi dengan dua striker ini membuat lini tengah kosong. Bayangkan saja saat menyerang, dua striker dan dua pemain sayap pasti akan maju, hal ini membuat dua pemain tengah harus bisa membagi tugas dengan baik, siapa yang akan stay dan siapa yang akan maju membantu serangan.

Jika ternyata serangan gagal dan musuh melakukan counter, maka jumlah pemain defensif akan lebih sedikit ketimbang pemain ofensif. Tidak banyak striker yang akan turun sampai melebihi garis tengah lapangan untuk membantu timnya saat bertahan, oleh karena itu, formasi 4-4-2 dianggap tidak lagi cocok.

Formasi Dengan Dua Gelandang Bertahan

Jika kita lihat formasi yang digunakan sekarang, rata-rata semua menggunakan 4-5-1. Satu striker tunggal didepan, dua penyerang sayap, dan tiga pemain tengah. Sebenarnya formasi ini dapat diubah menjadi beberapa bentuk, namun yang akan kita bahas adalah 4-2-3-1, formasi paling mainstream, khususnya di Premier League. Mayoritas klub menggunakan formasi dengan dua gelandang bertahan dan satu gelandang serang ini.

Memang dari segi defensif, formasi ini sangat baik karena ada dua pemain yang secara tidak langsung melindungi empat bek sejajar. Dua gelandang bertahan ini juga dapat memiliki peran ganda. Sebagai contoh, ketika Wenger memainkan Santi Cazorla dan Coquelin sebagai gelandang bertahan, Cazorla berperan untuk memutus serangan lawan, tapi ia juga merupakan orang pertama yang memulai serangan. Coquelin tentu akan tetap menjaga daerahnya ketika Arsenal maju menyerang, hal ini membuat pertahanan tim-tim Premier League kokoh.

Formasi Mainstream 4-2-3-1

Formasi Mainstream 4-2-3-1

Dari segi pertahanan, formasi ini memang sangat baik dan lumayan seimbang. Tapi, dengan hanya satu striker tunggal, pastinya tim yang menggunakan formasi 4-2-3-1 harus mencari cara untuk mencetak gol selain bergantung pada striker mereka. Pemanfaatan pemain sayap adalah salah satu contohnya. Jadi gimana menurut kalian, apakah formasi 4-2-3-1 ini benar merupakan formasi terbaik saat ini? Ataukah ada formasi lain yang lebih baik?

Tulisan Calvin Makaminang
Founder of @gamingcjm & @footballcjm.
Penulis bisa dijumpai di akun twitter @calvinjoshua16

Dicari dengan kata kunci :

  • 4-2-3-1 menyerang
Follow MeFollow on FacebookTweet about this on TwitterFollow on Google+Pin on PinterestFollow on LinkedIn

Arista Budiyono

Tukang Ketik at Infosuporter
Kalau twitter @infosuporter
Kalau website Infoolahraga.net
jangan lupa
Bagikan Berita Ini

Related Posts

About The Author

Add Comment