ITS dan UK Petra Tim Debutan LIMA Badminton Surabaya

Bagikan Berita Ini

Surabaya, Jawa Timur – Laga penutup Grup B tersaji antara tim putra Institut Teknologi 10 November (ITS) melawan Universitas Kristen Petra (UK Petra). Partai lanjutan LIMA Badminton McDonald’s East Java Conference (EJC) season 5 di GOR Pasific Caesar, Selasa (21/3), ini berakhir dengan keunggulan ITS 4–1.

ITS dan UK Petra adalah dua tim debutan di LIMA Badminton season ini. Pertandingan ini sebenarnya tidak menentukan kedua tim, karena ITS dan UK Petra sudah dipastikan tidak lolos ke semifinal. Tergabung di Grup B bersama Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Airlangga (UNAIR), kedua tim ini bertemu setelah keduanya kalah di dua pertandingan sebelumnya.

Jalannya Pertandingan

Pada partai pertama, tunggal putra Wisnu Gilang Romadhon (ITS) bertemu dengan Aaron Aristo Notohutomo (UK Petra). Tunggal ITS berhasil mengalahkan lawannya itu melalui dua gim langsung, 21–16 dan 21–14.

Ganda putra Jiyi / Septian (ITS) berhasil menyumbangkan poin kedua bagi timnya setelah menang atas ganda Adi Januar / Dedy (UK Petra), juga dengan dua gim, 21–16 dan 21–12 dalam duel selama 20 menit.

ITS memperlebar keunggulannya menjadi 3–0 dan memastikan kemenangan setelah tripel mereka, Rhama / Wahyu / Wisnu G., menumbangkan tripel UK Petra, Aaron/ Dionisius / Tjan Johan, dalam partai dua gim, 21–15 dan 21–14.

Di partai keempat, tunggal putra kedua, ITS menurunkan Septian Agung Priambodo, melawan wakil UK Petra, Dedy Tanjaya. Septian berhasil menyumbangkan poin keempat ITS setelah menang 21–12 dan 21–19 dalam 20 menit.

Namun, di partai pamungkas, ITS kalah sehingga batal melakukan sapu bersih pertandingan ini. Ganda putra kedua mereka, Eko / Yuris, harus takluk dari ganda putra kedua UK Petra, Dionisius / Tjan Johan dengan skor 19–21 dan 16–21.

ITS dan UK Petra Tim Debutan LIMA Badminton Surabaya

ITS dan UK Petra Tim Debutan LIMA Badminton Surabaya

Dengan hasil ini, ITS menang 4–1atas UK Petra.

Manajer tim ITS, Saiful, mengatakan bahwa, “ITS sudah bermain bagus, hanya kebanyakan pemain masih merasakan demam lapangan. Mereka masih belum terbiasa dengan atmosfer pertandingan sebesar ini. Sebenarnya kami cukup optimistis bisa menjadi runner-up grup, tapi gagal karena kekalahan dari UNAIR kemarin. Kami kalah karena para pemain masih demam lapangan,” ujarnya.

“Mungkin ke depannya lebih banyak universitas yang bisa diharapkan berpartisipasi di LIMA Badminton ini,” tutupnya.

Follow MeFollow on FacebookTweet about this on TwitterFollow on Google+Pin on PinterestFollow on LinkedIn

Arista Budiyono

Tukang Ketik at Infosuporter
Kalau twitter @infosuporter
Kalau website Infoolahraga.net
jangan lupa
Bagikan Berita Ini

Related Posts

About The Author

Add Comment