De Boer dan Roller Coaster Inter

Bagikan Berita Ini

Perpisahan Roberto Mancini dengan Inter Milan terjadi di awal musim ini. Mancini dianggap tidak bisa mengangkat Inter Milan lebih jauh lagi, sementara Mancini merasa beberapa pemain yang ia inginkan tidak dipenuhi oleh manajemen klub. Tidak adanya titik temu inilah yang berujung pada berakhirnya masa bakti Mancini di Inter Milan.

Mancini digantikan oleh Frank De Boer, incaran lama Thohir. De Boer datang dengan riwayat kepelatihan yang cukup mentereng. Sejak menangani Ajax di tahun 2010, ia berhasil mempersembahkan 4 titel Eredivisie beruntun. Termasuk gelar di debut kepelatihannya.

Perbedaan karakteristik liga Belanda dan liga Itali membuat De Boer sedikit kesulitan menerapkan formasi yang biasa ia terapkan di Ajax. Di seri A, De Boer menelan kekalahan di debutnya sebagai pelatih Inter saat melawan Chievo. Walaupun ia berhasil membawa Inter mengalahkan juara bertahan Juventus di Giuseppe Meazza dan membuat interisti bereuforia, namun De Boer tidak berhasil mempertahankan performa timnya karena seminggu setelah mengalahkan Juventus, Inter hanya mendapatkan satu poin saat ditahan imbang oleh Bologna.

Performa Inter di Liga Eropa juga memprihatinkan. Berada satu grup dengan Sparta Praha, Southampton, dan klub Israel Hapoel Beer Sheva di grup K, Inter menelan dua kekalahan beruntun. Bermain di Giuseppe Meazza Inter menelan kekalahan dari Hapoel dan kembali kalah 1-3 saat bertandang ke markas Sparta Praha.

Faktor Financial Fair Play yang diterapkan UEFA membuat mereka tidak bisa mendaftarkan pemain-pemain baru mereka. Joao Mario dan Gabriel Barbosa tidak bisa didaftarkan untuk bermain di Liga Eropa. Ini membuktikan bahwa kualitas pemain inti dan cadangan Inter Milan memiliki gap yang cukup jauh. Khususnya Joao Mario yang sudah sempat bermain di seri A dan menampilkan performa yang ciamik.

Di lini depan, Mauro Icardi sebagai seorang target man tampak bekerja sendiri. Ia tidak mendapat dukungan yang cukup dari lini tengah. Namun kontribusinya terasa nyata karena ia mencetak lebih dari separuh gol Inter, dan ia adalah top skor sementara seri A sampai pekan ke enam.

Untuk menjadi scudetto satu hal yang harus disadari Frank De Boer, diperlukan konsistensi dalam menghasilkan tiga poin. Jika ia bilang perlu waktu empat bulan untuk menampilkan Inter yang sebenarnya, mari berdoa semoga board fo director Inter dan juga tifosi Inter di seluruh belahan dunia memiliki kesabaran sampai tengah musim ini.

Follow MeFollow on FacebookTweet about this on TwitterFollow on Google+Pin on PinterestFollow on LinkedIn

Arista Budiyono

Tukang Ketik at Infosuporter
Kalau twitter @infosuporter
Kalau website Infoolahraga.net
jangan lupa
Bagikan Berita Ini

Related Posts

About The Author

Add Comment