Darko Menagih Tunggakan Gaji Selama 3 Tahun Di PBR

Bagikan Berita Ini

Mantan Pelatih Pelita Bandung Raya (PBR) yang memiliki nama Darko Daniel Janackovic akhirnya memberanikan diri untuk mengadukan nasib penuggakan gaji yang dialaminya kepada PSSI.

Darko Daniel Janackovic datang bersama pengacaranya, Henry Indraguna, dan Darko, kedatangan mantan Pelatih Pelita Bandung Raya dan pengacaranya tersebut langsung disambut oleh pelaksana tugas alias PLT Sekjen PSSI Joko Driyono di kantor PSSI, Senayan, Jakarta.

“PSSI kali ini sangat luar biasa. Mereka mau memediasi kami mencari solusi yang terbaik untuk penyelesaian yang terjadi kepada klien kami. Jadi surat pun sudah dikeluarkan untuk penyelesaian dari PSSI sangat merespon surat kami dan meminta waktu kurang lebih tiga hari untuk penyelesaiannya dan penyelesaiannya adalah akan memanggil semua pihak untuk datang kesini. Waktunya paling lambat hari Senin dan pihak-pihak terkait akan diundang,” ujar Henryusai pertemuan di Kantor PSSI, Rabu (12/04/17).

Saat di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, mantan pelatih Pelita Bandung Raya tersebut juga menyampaikan semua keluhannya kepada Sekjen PSSI Joko Driyono, bahwa klub Pelita Bandung Raya tidak membayar gajinya Selama 3 tahun pada periode 2013 hingga 2016, ketika Ia menjadi arsitek di klub  tersebut.

Darko Menagih Tunggakan Gaji Selama 3 Tahun Di PBR

Darko Menagih Tunggakan Gaji Selama 3 Tahun Di PBR

Total gaji dari Darko selama tiga tahun tersebut adalah 6,2 miliar, namun gaji Darko dalam perjanjian kontrak dikurangi sebesar 1,7 miliar, namum pihak manajemen Pelita Bandung Raya akan membayar sebesar 130 juta selama 12 kali, namun pihak manajemen Pelita Bandung Raya malah tidak membayar sesuai dengan janjinya.

“Saya tidak ingin membuat masalah tapi semua orang tahu saya sudah menunggu sangat lama untuk gaji, hampir empat tahun. Saya membutuhkan gaji saya. Semoga permasalahan gaji yang saya alami ini segera bisa dituntaskan dan diselesaikan  dalam waktu beberapa hari atau minggu lagi,” ujar Darko.

“PSSI menjamin bahwa seluruh peserta kompetisi baik liga 1 maupun liga 2 itu valid berkompetisi. Semua hal kaitannya dengan hak dan kewajiban terhadap pelaku sepakbola baik pemain atau pelatih di tahun-tahun sebelumnya posisi PSSI ingin mendalami ini, tidak langsung pada posisi yes, kamu punya hutang dan out untuk mengikuti kompetisi. Tidak di posisi demikian. Proses mediasi sampai akhirnya pengambilan keputusan yang sifatnya mengikat ini proses yang harus diikuti,” ungkap Sekjen PSSI Joko Driyono.

Follow MeFollow on FacebookTweet about this on TwitterFollow on Google+Pin on PinterestFollow on LinkedIn

Arista Budiyono

Tukang Ketik at Infosuporter
Kalau twitter @infosuporter
Kalau website Infoolahraga.net
jangan lupa
Bagikan Berita Ini

Related Posts

About The Author

Add Comment